Langsung ke konten utama

Mengapa Kita Selalu Merasa Tak Punya Waktu

Gambar diambil dari Pinterest

Mengatur waktu itu tidak semudah yang dibayangkan. Orang kaya di dunia dan kita sebagai orang biasa sama-sama memiliki waktu 24 Jam, namun kenapa kita mempunyai nasib berbeda? Jawabannya adalah kedisiplinan dalam menjalani hidup. Mereka yang memiliki penghasilan serta kekayaan lebih, bisa saja menghabiskan kerja dalam sehari  14 hari, bahkan mungkin jarang atau sama sekali tanpa libur. Mungkin kali ini saya tidak akan membahas cara mereka supaya kaya, namun lebih kearah cara sudut pandang mereka dalam menjalankan keseharian.

Setelah saya melihat jadwal keseharian sebagian orang kaya di dunia, mereka sangat menghargai waktu dan sangat super fokus dalam menjalankan bisnisnya. Passion atau ketertarikan menjadi bahan bakar yang sangat kuat, serta motivasi dengan disertai rasa pantang menyerah menjadikan bingkai bagi para elit global tersebut. Sehingga tak heran maka bisnis yang mereka kelola sangat luar biasa berkembang.

Seringkali kita merasa bahwa waktu terasa berjalan begitu cepat. Akan tetapi, hal ini pasti akan memiliki perbedaan prespektif disetiap insan manusia. Orang yang mengatakan bahwa waktu terasa begitu cepat adalah mereka yang melakukan sesuatu, namun sayangnya tak diiringi dengan perasaan yang bermakna. Sebaliknya, seseorang yang menganggap waktu terasa lambat adalah seseorang yang dikehidupannya mungkin melakukan sesuatu hal seperti terasa sulit, bahkan rasa mandheg dalam dirinya. Jadi, sebenarnya waktu berjalan sudah semestinya, namun perasaan seseorang yang membuat berbeda.

Selain dari sedikit permasalahan bagi sebagian orang tentang mengapa waktu berjalan cepat maupun lambat, salah satu yang sering menjadi masalah bagi sebagian bahkan seluruh orang adalah salah satunya, kekurangan waktu. Hal ini sering kali diucapkan banyak orang, terutama mungkin bagi mereka yang mengalami kesusahan dalam mengatur waktu.

Elon Musk adalah salah satu seseorang yang pandai mengatur waktu.

Mengatur waktu mungkin terasa susah bagi sebagian orang, namun apakah benar sesulit itu? Manusia di dunia ini tentu memiliki waktu sehari yang sama dengan sesamanya. Namun jika kita lihat lebih dalam lagi, hal yang membedakan ada tiga hal yang perlu diperhatikan yaitu komitmen, displin, serta menghargai proses.

Komitmen yang dimaksud disini adalah ketika seseorang mampu dalam meluangkan sebagian waktunya untuk melakukan sesuatu yang  bertujuan menghasilkan hal positif. Bayangkan, terciptanya sebuah karya pasti tidak lepas dari seseorang yang telah mengorbankan waktunya untuk memproses karya tersebut. Karya tidak akan pernah terjadi sehari semalam, itu memerlukan proses cukup panjang. Maka dari itu, komitmen sangat diperlukan seseorang jika ingin mencapai suatu hal atau menciptakan sebua karya.

Ketika hidup kita teratur, maka kita bisa fokus terhadap suatu hal yang sedang kita kerjakan. Disiplin adalah salah satu bukti nyata dari seseorang, jika menginginkan dirinya dapat menyelesaikan segala sesuatu aktifitas secara intensif. Tanpa displin, mungkin kita akan menjadi seseorang yang tersesat, tidak tahu ingin melakukan sesuatu, tak bisa fokus dalam satu hal. Berdisiplinlah dalam mengatur waktu, jika ingin menjalankan hidup tanpa merasa menyesal karena telah membuang waktu dan kesempatan.

Bersyukur atas segala yang kita capai adalah salah satu cara untuk menghargai proses. Sebagian orang ingin mencapai hasil secara instan, padahal hal ini sangat berbahaya bagi seseorang yang ingin mencapai sesuatu hal. Hargailah caramu dalam mengatur waktu, karena tidak mungkin seseorang bisa teratur dalam kehidupannya secara cepat. Mungkin bagi sebagian orang hanya butuh beberapa lama, sebagian lain harus sangat berusaha keras untuk mengatur waktunya. Maka hargailah proses tersebut, karena tak ada yang sempurna dan instan di hidup ini.

Dari semua itu jelas bahwa, tidak ada alasan mengatakan bahwa kita semua tak punya waktu, mungkin sejenak kita harus merenungkan bahwasannya, mungkin diri kita sendirilah yang tak menyempatkan, mengorbankan, bahkan mengabdikan sebagian waktu kita untuk sesuatu hal yang lebih bermakna di dalam kehidupan kita. Entah itu dalam bentuk mencari penghasilan, mengasah skil, bahkan hobi, semuanya harus ditekuni dengan betul agar tak ada kata tak punya waktu, hanya diri kita sebenarnya tak menghargai waktu dan menyempatkan.    


Kata kunci: Kekurangan Waktu, Manajemen Waktu yang Buruk, Prioritas yang Tidak Tepat, Rutinitas yang Padat, Kesibukan Sehari-hari, Teknologi dan Gangguan Produktivitas, Stres dan Kewalahan, Peran Keluarga dan Tanggung Jawab, Prioritaskan Diri Sendiri, Strategi Manajemen Waktu Efektif

Komentar