Kita semua memiliki waktu, seseorang dengan individu lainnya juga sama. 24 Jam adalah patokan secara umum yang diterima oleh semua kalangan di dunia, bahkan untuk orang terkaya di dunia sekalipun. Lalu mengapa seseorang masih merasa tak punya banyak waktu? Bahkan kata mereka tak ada waktu sama sekali untuk membaca buku. Miris, namun itu terjadi di masyarakat sebagian, baik itu di perkotaan, maupun pedesaan. Dari masalah ini, ada orang yang berusaha untuk keluar dari jeratan WASTING TIME menuju USEFUL TIME, akan tetapi kita seperti kaki yang berada dalam kubangan lumpur hisap. Berdiam diri tenggelam, atau berusaha bergerak agar selamat! Saya sendiri merasa bahwa, mengatur waktu itu bukan hanya sekedar 09.00-15.00, lebih dari itu banyak solusi yang kompleks, agar merubah kebiasaan kita yang membuang waktu untuk hal yang percuma, menjadi bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang terdekat. Dalam artikel ini, saya akan berbagi tip atau cara, agar saudara semua, mampu memanfaatkan wakt...
Gambar diambil dari Pinterest Mengatur waktu itu tidak semudah yang dibayangkan. Orang kaya di dunia dan kita sebagai orang biasa sama-sama memiliki waktu 24 Jam, namun kenapa kita mempunyai nasib berbeda? Jawabannya adalah kedisiplinan dalam menjalani hidup. Mereka yang memiliki penghasilan serta kekayaan lebih, bisa saja menghabiskan kerja dalam sehari 14 hari, bahkan mungkin jarang atau sama sekali tanpa libur. Mungkin kali ini saya tidak akan membahas cara mereka supaya kaya, namun lebih kearah cara sudut pandang mereka dalam menjalankan keseharian. Setelah saya melihat jadwal keseharian sebagian orang kaya di dunia, mereka sangat menghargai waktu dan sangat super fokus dalam menjalankan bisnisnya. Passion atau ketertarikan menjadi bahan bakar yang sangat kuat, serta motivasi dengan disertai rasa pantang menyerah menjadikan bingkai bagi para elit global tersebut. Sehingga tak heran maka bisnis yang mereka kelola sangat luar biasa berkembang. Seringkali kita merasa bahwa w...